Sabtu, 30 Juni 2007

Financial Engineering - Apaan tuh?

Penulis : Bahar Passa www.ihedge.wordpress.com

Kita tentu pernah mendengar istilah Electrical Engineering (Teknik Elektro), Mechanical Engineering (Teknik Mesin), dll. Tapi pernahkah Anda dengar Financial Engineering? Terdengar aneh yah? Financial Engineering == Teknik Keuangan? Tambah alien lagi. Saya juga tidak tahu apa istilah Bahasa Indonesia yang cocok.
Teknik mesin berhubungan dengan aplikasi teori mekanik yang dibangun oleh Newton, termodinamika, dan teori fisika yang lain. Dari situ, kita belajar membuat sepeda, dll. Teknik elektro berhubungan dengan aplikasi teori elektromagnetik. Dari situ kita belajar memanipulasi arus listrik, dll. Lalu Financial Engineering berhubungan dengan apa? Teori apa yang diaplikasikan?
Ternyata, teori-teori di bidang keuangan masih jauh tertinggal ke-valid-annya dibanding teori-teori fisika seperti yang disebut di atas. Akan tetapi, beberapa dekade terakhir, teori-teori di dunia finansial berkembang lumayan pesat. Salah satu pencapaian signifikan teori finansial adalah ditemukannya prinsip dynamic hedging yang memungkinkan kita untuk menghitung nilai wajar suatu kontrak opsi. Ekstensi dari teori ini memungkinkan kita untuk menghitung nilai produk-produk derivatif lainnya. Muncul juga portfolio theory yang dimulai oleh Markowitz. Ia menunjukkan bagaimana kita bisa menentukan berapa yang % harus ditaruh di tiap aset untuk membentuk portfolio yang optimal atau efisien. Kemunculan teknologi komputer semakin memicu perkembangan teori finansial dengan memungkinkann kita bersimulasi dalam waktu yang singkat. Muncullah teknik-teknik simulasi semacan Monte Carlo dan Bootstrapping.
Bagi saya (karena expert pun masih simpang siur tentang definisinya) , Financial Engineering adalah disiplin ilmu yang berusaha memanfaatkan perkembangan mutakhir teori-teori keuangan (yang sebagian telah disebut di atas) untuk menciptakan produk-produk finansial yang bisa menangani kebutuhan-kebutuhan finansial yang semakin kompleks.
Apa produk akhir dari financial engineering? Produk akhirnya adalah kontrak-kontrak derivatif yang sebagian telah dibahas di blog ini. Sebagai contoh: sudah ditunjukkan bagaimana cross currency swap bisa mengatasi keinginan suatu perusahaan untuk mengubah obligasinya dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Selain memberi solusi, financial engineering juga menunjukkan nilai wajar dari solusi tersebut. Kenapa ini penting? Karena informasi tentang nilai wajar suatu kontrak memungkinkan berbagai pihak untuk saling menawarkan harga yang kompetitif sehingga pasar bisa berkembang. Bayangkan kita menjual suatu barang yang kita tidak tahu berapa nilainya! Sang calon pembeli akan menilai jauh di bawah nilai wajarnya, sementara sang calon penjual akan menilai jauh di atasnya. Akibatnya transaksi akan jarang terjadi. Kalau keduanya sama-sama tahu nilai wajarnya, nggak perlu banyak negosiasi kan!
Di mana tempat belajar Financial Engineering?
Sambil promosi almamater nih, di Asia bisa belajar di Nanyang Business School, Singapura. Di Amerika Serikat, bisa di Tepper Business School - Carnegie Mellon University (universitas pertama di dunia yang menawarkan program ini) . Atau bisa liat di sini.
Bidang studi apa yang perlu kuat?
Matematika & Statistik.
Computing.
Dasar-dasar ilmu keuangan.
Kalau belum kuat di ke-3 nya, tidak begitu masalah.
Setelah itu bekerja di mana?
Tergantung seberapa bagus Anda setelah lulus, minat, dan keberuntungan. Banyak temen-temen yang bekerja:
di Investment Banking
di Mutual Funds
di Hedge Funds
di IT solutions buat Financial Institutions
di Trading desks of Oil Companies
di bagian Risks Managements, dll.
Swara SKJM HS 5258

Tidak ada komentar: